SAOTO BATHOK MBAH KATRO

SAOTO BATHOK MBAH KATRO

Warung Saoto Bathok Mbah Katro sempat menjadi perbincangan di awal tahun 2015 karena selalu ramai dikunjungi setiap hari sejak pagi hari hingga menjelang siang hari. Lokasinya cukup strategis karena berada persis disebelah kawasan Candi Sambisari dan ditengah-tengah area persawahan. Selain itu harganya cukup murah hanya berkisar 5.000 (lima ribu rupiah) untuk semangkuk saoto (soto) daging sapi.

Warung Saoto Bathok Mbah Katro beralamat di Jl. Candi Sambisari, Desa Sambisari, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman atau tepat disebelah utara Situs Candi Sambisari. Penyebutan saoto merupakan istilah yang lazim digunakan di daerah Solo untuk menyebut makanan soto. Warung ini buka mulai pukul 06.00 (pagi) hingga habis.

 

SOTO

Lokasi Warung Saoto Bathok Mbah Katro cukup mudah ditempuh dengan patokan jalan menuju Situs Candi Sambisari. Bila kurang paham dengan Situs Candi Sambisari bisa tanya-tanya penduduk di sekitar Jalan Solo dekat dengan Bandara Internasional Adi Sucipto. Dari Situs Candi Sambisari, letak Warung Saoto Bathok Mbah Katro hanya sekitar 50 meter disebelah utaranya. Dari kejauhan sudah tampak keramaian warung tersebut yang penuh dengan parkir kendaraan roda dua hingga roda empat.

Pengunjung Warung Saoto Bathok Mbah Katro dipersilakan memesan menu saoto di bagian depan warung sekaligus mengambil nomor antrian. Menu yang disediakan hanya berupa saoto daging sapi saja dan hidangan pendamping berupa tempe goreng. Tidak ada menu lain yang disediakan oleh warung ini.

 

YADSFUsgJUYQ

Setelah selesai memesan menu makanan, pengunjung warung dipersilakan memilih tempat duduk yang disediakan pada gubug-gubug sederhana di bagian belakang warung. Gubug-gubug tersebut dibangun dengan menggunakan bambu sebagai tiang rangkanya dan beratap dari asbes. Tempat duduk yang disediakan ada yang berupa meja kursi dan ada yang berupa lesehan dengan alas tikar. Disekeliling gubug dibangun taman bermain sederhana dan kolam ikan. Penataan tempat duduk yang santai dan menarik ini menjadi salah satu daya tarik Warung Saoto Bathok Mbah Katro.

Penyajian Saoto Bathok Mbah Katro cukup menarik dan menjadi daya tarik utama warung ini. Saoto disajikan dengan bathok atau tempurung kelapa dan bukan menggunakan mangkuk kaca seperti penyajian soto kebanyakan. Ukuran bathok yang kecil membuat sebagian pengunjung menambah porsi saoto lagi. Selain Saoto Bathok sendiri, disajikan pula potongan jeruk nipis, kecap dan sambal cabe sebagai pelengkap.

 

SOTO BATHOK

Setelah mencicipi habis menu Saoto Kathok Mbah Katro, tidak ada keunikan rasa yang ditawarkan warung soto ini dibandingkan beberapa warung soto khas Solo lainnya. Sepertinya rasa bukanlah segalanya, terbukti berbagai kalangan banyak mengunjungi Warung Saoto Bathok Mbah Katro. Harga yang murah dan lokasi yang menarik sepertinya menjadi daya tarik utama warung soto ini. Menikmati soto sambil melihat pemandangan persawahan dan situs candi merupakan pemandangan yang cukup langka saat ini.

sumber : Ceritamakan